Siapa Bilang Rokok N...

Siapa Bilang Rokok Nggak Bisa Bikin Kaya

45 Dilihat
3 Terjual

Rp20.000

Diskon 50%

Penulis : Fuad Baradja
Halaman : 320 hlm
Ukuran : 14×20 cm
Berat : 350 Gram
ISBN : 979-1273-84-7

Beli item ini dan dapatkan 2 Poin nya
- +
Alasan berbelanja buku di Pro-U Media
  • Pesanan sebelum jam 2 siang akan diproses di hari yang sama
  • Garansi produk asli sehingga lebih berkah ilmunya
  • Garansi produk diganti jika ditemukan kerusakan produksi
Berat 300 g
Dimensi 14 × 20 × 1 cm

Seorang pelayan restoran yang saya terapi untuk berhenti merokok mengaku merokok 2 bungkus per hari selama 20 tahun. Saya katakan bahwa dia sudah membakar sekitar Rp 140 juta! Setelah ikut menghitung dia tercengang. Saya tanya: “Apa kamu punya rumah?” dia menggeleng. ‘Mobil?” dia menggeleng lagi. ”Motor?” dia menggeleng juga. Saya katakan bahwa yang punya pabrik rokok sekarang sudah menjadi orang terkaya di Indonesia. Dia pun mulai menangis.

Pak Saiful, penjual sate ayam madura yang mangkal di jalan Jatiwaringin adalah seorang perokok berat. Suatu hari saya tidak melihatnya di warung. Kata istrinya, beliau sakit jantung dan sempat dirawat di RS dengan biaya Rp 22 juta. Bulan lalu saya mampir lagi. Warungnya sudah tidak ada. Kata tetangganya, mereka pindah ke depan Giant setelah Pak Saiful meninggal. Ya Allah, mengapa banyak orang miskin yang harus dikorbankan?

Rahmat, sopir bos saya adalah seorang perokok. Dia pernah berhenti merokok tahun 2004 hingga 2006 dengan niat ingin menabung untuk membeli sepeda motor. Karena biaya rokoknya 600 ribu/bulan sedangkan cicilan motornya hanya 530 ribu, motor pun terbeli. Tapi setelah punya motor dia merokok lagi. Kemudian dia jatuh sakit. Karena sakitnya cukup parah, motor pun akhirnya dijual untuk biaya pengobatan. Ternyata rokok pun bisa mencuri motor.

David Goerlitz, bintang iklan rokok produksi RJ Reynolds di Amerika, pernah bertanya kepada seorang eksekutif di perusahaan tersebut, “Mengapa para karyawan di perusahaan tersebut tidak merokok?” Mau tahu jawabannya? Sang eksekutif menjawab, “We don’t smoke that shit. We just reserve the right to sell it to the young, the poor, the black, and the stupid; Kami tidak mengonsumsi barang hina itu. Kami hanya mempunyai hak untuk menjualnya kepada para pemuda, orang miskin, orang berkulit hitam, dan orang bodoh.

Kalau ada yang pingsan setelah baca ini, tolong beri komentar setelah siuman.

Sungguh, kumpulan update status Fuad Baradja di Facebook ini—sama sekali—bukan untuk mendiskreditkan para perokok, tapi sebaliknya berusaha memberi pemahaman yang benar kepada semua pihak, baik perokok aktif maupun pasif. Buku ini juga hadir dengan maksud membantu orang-orang yang tengah terjajah dan terzalimi oleh adiksi nikotin dan para cukong rokok. Untuk memberikan gambaran yang utuh, buku ini dilengkapi dengan fakta-fakta tak terbantahkan di lapangan sehingga buku ini sangat layak untuk dijadikan pembuka cakrawala berpikir kita. Selamat menyusuri jejak-jejak kebenaran! Berani?

Ulasan

Belum ada ulasan.

Hanya pelanggan yang sudah login dan telah membeli produk ini yang dapat memberikan ulasan.

Siapa Bilang Rokok Nggak Bisa Bikin Kaya
Rp20.000
×

Keranjang Belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko

Pro-U Media

Selamat datang di Pro-U Media. Kami siap membantu kebutuhan literasi Anda dengan buku bacaan yang keren dan bergizi :)

Selamat datang, ada yang bisa kami bantu