Free songs

Zero to Hero

By : | 1 Comment | On : Maret 13, 2014 | Category : Buku Terlaris

Sejarah mencatat, banyak orang besar justru lahir di tengah himpitan kesulitan bukan buaian kemanjaan. Mereka besar dengan mengurangi jam tidurnya, waktu bekerja dan kesibukan mengurusi duniawi untuk memenuhi kebutuhan ukhrawi. Menyedikitkan tidur malam untuk bisa bangun malam. Sedikit canda untuk rasakan nikmatnya ibadah. Tak berlebihan dalam bergaul ‘tuk rasakan lezatnya iman. Menahan diri dari maksiat biar tubuhnya tetap sehat. Banyak keterbatasan, kekurangan, kelemahan, kegagalan, kemalasan. Itu bukan masalah. Bagaimana di tengah keterbatasan itu kita dahsyatkan diri agar lahir prestasi tinggi. Itulah kepahlawanan sejati, salah satu pesan penulis Solikhin Abu Izzudin yang tertuang dalam buku Zero to Hero.

Komentar Pembaca dari goodreads.com

Mariyatul KibtiyahJan 14, 2010
Mariyatul Kibtiyah rated it 3 of 5 stars

 

KEKUATAN DAHSYAT UNTUK MENDAHSYATKAN PRIBADI

Oleh: Mariyatul Kibtiyah

Judul buku : Zero to Hero; Mendahsyatkan Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa
Penulis : Solihin Abu Izzuddin
Penerbit : Pro-U Media
Cetakan : Februari, 2006
Tebal : 300 halaman

“Kegagalan merupakan suatu kesuksesan yang tertunda”. Pepatah ini memang benar adanya. Bila orang berani gagal maka dia pun akan berani untuk sukses. Biasanya kita tidak menyadari ketika kita mengusahakan sesuatu dan memutuskan untuk berhenti karena menganggap diri kita tidak mampu untuk meneruskannya, maka ketika itulah sesungguhnya kesuksesan itu ada selangkah lagi di depan kita.

Seperti Thomas Alfa Edison, saat ditanya bagaimana ia bisa bertahan setelah ribuan kali gagal? Penemu bola lampu dan pendiri perusahaan kelas dunia, General electric ini menjawab, “Saya tidak gagal, tetapi menemukan 9994 cara yang salah dan hanya satu cara yang berhasil. Saya pasti akan sukses karena telah kehabisan percobaan yang gagal.” Dan memang kesuksesan tergantung pada kekuatan untuk bertahan.

Kemampuan kita terbatas? Itu bukan masalah! Sebab bila di tengah keterbatasan itu kita mampu mendahsyatkan diri untuk meraih prestasi tinggi itulah kepahlawanan sejati. Inilah sebuah buku dengan judul Zero to Hero yang mengajak pembacanya untuk berpikir, menggugah dan mengubah diri untuk melejitkan segala potensi yang dimilikinya sehingga menjadi pribadi yang dahsyat.

Sesungguhnya bila kita hitung-hitung waktu yang kita miliki dengan waktu yang dimiliki orang yang berprestasi — misalnya Thomas Alfa Edison — adalah sama, sehari 24 jam, 1440 menit dan 86400 detik dalam satu hari, 7 hari dalam seminggu, dan seterusnya. Kata Imam Al-Ghazali, kalau orang umurnya rata-rata 60 tahun dan menjadikan 8 jam sehari untuk tidur, maka dalam 60 tahun ia telah tidur selama 20 tahun. Luar biasa sangat banyak sekali. Bagaimana dengan diri kita? Bila ditimbang apakah umur yang kita miliki seimbang dengan prestasi kita?

Sejarah mencatat, banyak orang besar justru lahir di tengah himpitan kesulitan bukan buaian kemanjaan. Mereka besar dengan mengurangi jam tidurnya, waktu bekerja dan kesibukan mengurusi duniawi untuk memenuhi kebutuhan ukhrawi. Menyedikitkan tidur malam untuk bisa bangun malam. Sedikit canda untuk rasakan nikmatnya ibadah. Tak berlebihan dalam bergaul untuk merasakan lezatnya iman. Menahan dari maksiat supaya tubuhnya tetap sehat.

Menjadi orang besar tak harus keturunan darah biru, atau pun berawal dari keturunan ningrat. Banyak orang biasa menjadi luar biasa justru karena berangkat betul-betul dari nol, from zero. Adapun bagi yang telah memiliki posisi, jabatan, kedudukan, gelar, atau apapun atribut duniawi yang dimiliki, mari kembali men-zero-kan diri untuk mampu melesatkan dan melejitkan jiwa menuju prestasi mulia: taqwa dan derivasi fadhilahnya, hidup mulia dan berakhir bahagia.

Kita bisa menikmati kiat-kiat sukses dalam buku terbitan Pro-U Media ini, hikmah-hikmah, cara-cara cerdasnya yang sangat tak biasa. Mereka orang biasa dan bisa. Kita pun bisa. Salah satu kiat yang ada dalam buku ini terdapat dalam halaman 240, yang membahas bagaimana agar kita bisa meraih keshalihan pribadi, yaitu “Jadilah pemberi kebaikan pada orang lain, berorientasi untuk memberikan kontribusi, dan meimiliki kelapangan dada yang cukup untuk menampung semua perbedaan dengan orang lain.”

Dalam buku yang memiliki tebal 300 halaman ini pun dikupas tentang kisah-kisah orang-orang biasa yang sukses meledakkan dirinya dengan prestasi yang luar biasa। Walaupun begitu penulis mengatakan bahwa buku ini bukanlah buku cerita, namun agar kita bisa menjadikan kisah-kisah itu sebagai cermin dalam kehidupan kita, agar kita bisa mengambil ketauladanan dari pribadi tokoh-tokoh Islam yang sukses.

Buku karya Solihin Abu Izzuddin ini sangat penting dibaca oleh berbagai generasi dan tak cukup bila hanya dibaca। Perlu digali kata-katanya. Diserap hikmahnya. Digali kekuatan tersembunyinya. Dan saat membacanya, hubungkan dengan wawasan kita agar tercipta gagasan baru dan cemerlang sehingga kita bisa mendahsyatkan pribadi biasa menjadi pribadi yang luar biasa.

—————————————————–

Adib MabruriApr 24, 2013
Adib Mabruri rated it 5 of 5 stars

Seseorang selalu mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dapat kita gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat dan baik, namun, apakah kekurangan dapat menghambat kita menjadi orang yang hebat, berprestasi tinggi? Hal ini tidak akan terjadi pada orang yang dahsyat, orang-orang yang luar biasa. Jika anda sudah merupakan bagian dari tersebut, maka berbahagialah, tetapi jika tidak jangan khawatir, karena pada bukun ini disajikan beberapa cerita ynag memotivasi, memberikan semangat, membantu memecahkan beberapa masalah.
Buku ini mempunya kelebihan yaitu dengan disertai beberapa gambar yang dapat mearik perhatian pembaca. Namun semua itu juga memiliki kekurangan begitupun pada bukun ini, ada beberapa kata yang warnanya sama dengan warna backgroundnya sehingga kata-kata tersebut tidak jelas.
Pahlawan bukanlah hanya sekedar orang yang berjasa biasa saja, namun pahlawan yang sebenarnya adalah orang yang bejasa yang mampu mengubah keburukan menjadi kebaikan. Jika anda ingin menjadi pahlawan yang sebenarnya tidak ada salahnya anda membaca buku ini.

—————————————————–

Dion YuliantoApr 30, 2012
Dion Yulianto rated it 3 of 5 stars

Akhirnya nemu buku ini di Goodreads, mengingatkan saya pada zaman2 kuliah dl ktk masih getol baca buku nonfiksi dan blm terlalu maniak sama novel. Buku2 model how to Islami gini dulu pernah menjamur di pasaran. Kemasan yg unik dan fresh, yang kelihatan banget jiwa mudanya, mungkin menjadi daya tarik utama bagi pembacanya–yang rata2 anak-anak muda.

Isinya adalah kajian2 motivasi diri yg dikaitkan dengan jargon keagamaan. Ringan dan bernas, tp tidak mengurui. Bahkan, setelah membacanya, ghirah kita untuk menjadi lebih baik lagi semakin berkembang.

Untuk remaja muslim yang ingin mengembangkan diri tanpa harus berpisah jauh dr nilai2 Islami, buku ini sangat cocok untuk dibaca.

Nice read

—————————————————–

Kerlip BintangNov 21, 2007
Kerlip Bintang rated it 4 of 5 stars

pencarian jalan ke surga ku, diinspirasi dari buku ini.
menurut buku ini, amalan kecil bisa membawa kita ke rahmatnya Allah jika dilakukan dengan niat untuk mencari ridha-Nya.
Dan jangan berkecil hati jika kita tak punya kelebihan seperti orang lain, karena dalam kekurangan dan kelemahan kita sebetulnya tersimpan sesuatu yang besar jika kita bisa mengolahnya dengan benar.Buku ini banyak inspirasi dalam setiap lembarnya.
Wajib dibaca berulang-ulang.

—————————————————–

YahyaJul 30, 2013
Yahya rated it 3 of 5 stars

buku pengantar yang baik untuk aktivis pemula. bahasa yang digunakan seperti orasi, menyampaikan semangat melalui tulisan. Satu koreksi, agar proses editingnya lebih teliti. Tak sedikit typo atau susunan kalimay yang kurang pas, mengurangi kenyamanan memahami isi. Epilognya menutup dengan pas!

Comment (1)

  1. posted by firda on Oktober 11, 2016

    makaih banyak atas info yang terkandung dalam buku Zero to Hero

      Balas

Post A Comment

Penerbit Pro-U Media

Jalan Jogokariyan No. 41, Yogyakarta | Telp. 0274-376301 | redaksi@proumedia.co.id | marketing@proumedia.co.id
Redaksi : Marketing :

Pelayanan : Senin - Jumat pukul 08.30 - 15.00 WIB (Istirahat 11.45 - 12.45 WIB)