Free songs

Hujan; Sudahkah Kita Syukuri?*

By : | 0 Comments | On : April 16, 2015 | Category : Cuplikan Buku

Dulu, sebelum datang ke Mesir, saya membayangkan kalau orang Mesir atau orang Arab lainnya datang ke Indonesia, pasti mereka akan iri melihat air yang sangat banyak dan mudah didapatkan di Indonesia karena mereka tinggal di padang pasir.

Ternyata, setelah sampai di sini, justru yang terjadi sebaliknya. Di Mesir, sekalipun tidak turun hujan bertahun-tahun, insyaAllah tidak akan kekeringan sebab air Sungai Nil mengalir terus dan sumbernya bukan dari Mesir, tapi dari beberapa negara di pedalaman Afrika. Sudah bertahun-tahun saya tinggal di sebuah apartemen, sampai hari ini tidak pernah membayar pemakaian air. Saya tidak tahu bagaimana caranya sampai bisa gratis. Alhamdulillah, airnya lancar dan bersih, bahkan bagi orang Mesir air itu tidak perlu dimasak lagi sebelum diminum, karena sudah diolah seperti air isi ulang.

Di samping air Sungai Nil, banyak lagi oase yang bisa memenuhi kebutuhan air di Mesir. Bahkan, menurut ahli geologi yang pernah saya temui, sekalipun sebagian besar bumi Mesir dipenuhi padang pasir, tetapi di dalam perut bumi Mesir terdapat kandungan air yang sangat banyak. Bila dibor, bisa mengairi padang pasir yang tandus itu hingga menjadi subur. Karena itulah di tengah padang pasir ada perkebunan yang sangat subur meski tanahnya sangat gersang. Rupanya, air yang ada dalam perut bumi itulah yang dikeluarkan untuk mengairinya.

Saya pernah mendengar dari Prof. Dr. Zaghlul an-Najjar bahwa daerah yang paling kecil kemungkinan untuk kekurangan air adalah daerah Arab, dan yang paling rentan kekurangan air adalah Indonesia. Waktu mendengar itu saya sangat heran dan bingung. Kenapa bisa? Menurut pemahaman saya, melihat kondisi yang ada malah sebaliknya. Setelah mengetahui bahwa padang pasir itu mengandung air yang sangat banyak, barulah saya paham.

Selain itu, kenyataan membuktikan bahwa sebulan saja tidak turun hujan di Indonesia, semua orang akan kalang kabut dan kewalahan. Seminggu yang lalu saya sempat sedih mendengar berita bahwa keluarga saya harus mengambil air ke tempat yang agak jauh karena air di sumur sudah kering. Sudah sebulan hujan tidak turun. Untunglah dalam empat hari belakangan ini hujan turun dengan lebat. Sumur-sumur kembali berisi.

Dalam kenyataan ini, kita sangat bergantung dengan curah hujan. Bila hujan tidak turun berbulan-bulan, bisa dibayangkan bagaimana bentuknya Indonesia. Bisa-bisa tanah tandus berpindah ke sana.

Oleh karena itu, sebagai bangsa Indonesia, kita harus lebih banyak bersyukur kepada Allah ’Azza wa Jalla. Sungguh, kalau kita sadar, rezeki kita betul-betul diturunkan Allah langsung dari langit. Seperti Allah firmankan, Dan di langitlah rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu.(Q.s. adz-Dzaariyaat [51]: 22)

Apalah artinya emas yang banyak, tembaga, besi, perak, intan, berlian, batu bara, semen, minyak, dan yang lainnya tanpa ada air yang mencukupi. Kita sangat cemas bila Allah menahan air untuk turun dari langit-Nya. Tidak menutup kemungkinan jika kejadian di Somalia bisa berpindah ke negara kita.

Karenanya, sebagai orang Indonesia, kita harus lebih banyak menghayati dan mentadabburi ayat-ayat tentang hujan, karena kitalah yang lebih banyak merasakan betapa besarnya nikmat hujan itu daripada orang yang tinggal di tanah Arab, tempat Al-Qur`an diturunkan. Kitalah yang merasakan langsung bagaimana fungsi hujan. Jangan hanya berbangga bahwa negara kita bagaikan surga yang terhampar di bumi—zamrud khatulistiwa. Namun, kita juga harus menyadari semua itu agar Allah tidak mencabut nikmat yang sangat besar ini dari bumi tercinta Indonesia.

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: Allah ’Azza wa Jalla berfirman, “Sesungguhnya, bila hamba-hamba-Ku menaati-Ku, pasti Aku akan menyirami mereka dengan hujan di waktu malam; menerbitkan matahari di waktu siang; dan Aku tidak akan memperdengarkan suara petir kepada mereka.” Kemudian Rasulullah bersabda, “Perbaharuilah iman kalian!” Lalu para shahabat bertanya, “Bagaimana caranya kami memperbaharui iman, wahai Rasulullah?” Rasul Menjawab, “Perbanyaklah mengatakan: ‘Laailaaha illallaah’.” (Hadis Qudsi riwayat Abu Dawud dan Ahmad)

Ya Allah, jauhkan bangsa kami dari kekurangan air dan kelebihan air. Jauhkan kami dari kekeringan dan kebanjiran. Turunkanlah hujan untuk kami sesuai dengan keperluan kami. Dan karuniakanlah kami rasa syukur sehingga nikmat-Mu tidak tercabut dari kami. Amin.

*Dicuplik dari buku Dipikir Sambil Dzikir

Post A Comment

Penerbit Pro-U Media

Jalan Jogokariyan No. 41, Yogyakarta | Telp. 0274-376301 | redaksi@proumedia.co.id | marketing@proumedia.co.id
Redaksi : Marketing :

Pelayanan : Senin - Jumat pukul 08.30 - 15.00 WIB (Istirahat 11.45 - 12.45 WIB)